Jumat, 11 Maret 2011

Samar-Pudar-Hilang

aku menyelam dalam kanvas abu-abu
mencari kapal yang membawaku semalm
apakah ini pertanda?
aku tak tau arah
kususuri tanda-tanda
lambang-lambang
hingga membentuk gugusan panjang
penuh abu-abu

sepintas kulihat mentari bersembunyi dibalik awan abu2,
menertawakanku

Jumat, 04 Juni 2010

Renunganku

Tuhan...
Beri aku kesempatan untuk membahagiakan Orang-orang di sekitarku. Beri aku kesempatan untuk membuat kedua orang tuaku dengan bangganya berkata: "Dia putriku." Saat ini mataku semakin berat, tak sanggup lagi menahan butiran air bening yang menggantung di kedua pelupuk mataku. Aku takut, jika nanti diri ini tak bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Aku takut bila mengecewakan mereka. Terlalu banyak harapan yang mereka tujukan padaku.

Dalam malam aku termenung. Memandang benda bulat yang melekat pada dinding kamarku. Benda hitam panjang di dalamnya tak lelah memutari tiap sudut benda bulat itu. Putarannya terdengar semakin keras. Tiap ketukannya menyayat hatiku. Aku takut tak cukup banyak waktu untuk bernafas. Tak cukup waktu untuk membalas kebaikan dua orang hebat dalam hidupku. Mungkin benda bulat itu menertawakanku. Menertawakan tingkahku yang sedari tadi hanya memandangnya tanpa kata. Aku tertunduk. Air mataku mengalir deras. Sesak dada ini. Sesal di hatiku. Kenapa aku hanya diam di sini tanpa melakukan apapun untuk meraih yang ku mau?

Aku berusaha mengangkat wajahku kembali. Kulirik jam dinding bulat itu. Jarumnya masih berputar. Bibirku mulai mengembang. Sayatan-sayatan jarum jam mulai mengering. Jarumnya masih berputar, aku masih punya waktu untuk bergerak, berdiri, dan berlari mengejar mimpiku. Mimpi yang terasa semakin dekat dengan dunia nyata. Ya, aku akan meraihnya. :).
Bismillahirrahmaanirrahiim...